laporan biologi

22 Mei

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

SERTA TRANSPORT PASIF

 

 

 

 

Disusun oleh :

Frida Nur Fatmah (06)

Uswatun Hasanah (08)

Putri Sukmawati (11)

Revi Safitri Tiar Septi (12)

Septi Widiastuti (13)

Kelas : XI IPA 1

 

SMA NEGERI 1 JETIS BANTUL

TAHUN AJARAN 2011/2012

PENGAMATAN SEL HEWAN DAN SEL TUMBUHAN

  1. A.      Tujuan :
  • Siswa dapat membuat preparat amatan sel hewan dan sel tumbuhan
  • Siswa dapat membedakan struktur sel hewan dan sel tumbuhan berdasarkan hasil pengamatan dengan mikroskop.

 

B.       Dasar Teori

  1. a.    Sel hewan dan sel tumbuhan

Penelitian pengamatan sel pertama kali dilakukan oleh Robert Howke pada tahun 1665. Ia mengamati penampang melintang sayatan tipis gabus dan hasil yang ia dapati adalah terlihat ruangan-ruangan tersebut dan ia beri nama se (cellula = kamar ), kemudian 2 ahli biologi asal Jerman, Mathias J. Scheilden dan Theodor Schwan pada tahun 1838 membuktikan bahwa sel hidup bukan hanya sekedar kamar kosong, tetapi juga berisi cairan sitoplasma sebagai tempat segala aktifitas dasar mahkluk hidup (makhluk hidup memiliki sel).

Berdasarkan teori tersebut, maka sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil pada mahkluk hidup. Sel tumbuhan dan sel hewan merupakan 2 sel yang memiliki struktur berbeda. Struktur sel hewan tidak memiliki plastida, seperti kloroplas dan leukoplas pada sel tumbuhan. Sel hidup memiliki inti sel (nukleus) dan anak inti sel (nukleus). Sel hewan juga tidak memiliki dinding sel sehingga tidak bersifat kaku, tetapi sel tumbuhan memiliki dinding sel yang membuat tumbuhan bersifat kaku. Bahan utama penyusun dinding sel berupa zat kayu, yaitu selulosa yang tersusun dari glukosa dan zat lain, misalnya pektin, hemiselulosa dan glikoprotein.

  1. b.   Bawang Merah

Bawang merah dikelaskan dalam famili Alliaceae dalam order Asparagales. Nama saintifiknya adalah Allium cepa var. aggregatum. Bawang merah adalah lebih kecil dan lebih manis dari bawang besar. Bawang merah merupakan sejenis tanaman semusim, memiliki umbi yang berlapis (bulb), berakar serabut, dengan daun berbentuk silinder berongga. Umbi bawang merah terbentuk daripada pangkal daun yang bersatu dan membentuk batang yang berubah bentuk dan fungsinya, membesar dan akhirnya membentuk umbi berlapis.

  1. c.     Ubi Kayu
    Ubi kayu (Manihot utilisima) merupakan tanaman keras yang hidup di daerah tropis. Ubi kayu dapat hidup dengan baik hampir di seluruh tanah di Indonesia ( kecuali lahan gambut). Ubi kayu juga merupakan sumber pangan pengganti selain nasi, jagung ataupun gandum.

 

  1. d.    Sel epitel rongga mulut

Epitelium pada rongga mulut merupakan jaringan epitel pipih berlapis/ banyak lapis (Pada umumnya epitel silindris banyak lapis, banyak terletak pada lapisan luar, sedangkan pada lapisan dalamnyaberbentuk kubus atau berbentuk tidak teratur)

Berdasarkan bentuk dan susunannya jaringan epitel dibagi menjadi:
a.Epitel Pipih
*Epitel pipih selapis
*Epitel banyak lapis
b.Epitel Kubus
*Epitel kubus selapis
*Epitel kubus banyak lapis
c.Epitel Silindris
*Epitel silindris selapis
*Epitel silindris banyak lapis semu/ silindris bersilia
d.Epitel Transisional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. C.      Alat dan bahan :
  • Alat :
  1. Mikroskop cahaya
  2. Kaca obyek
  3. Kaca penutup
  4. Silet
  5. Cotton bud
  6. Pinset
  • Bahan :
  1. Sel epitel rongga mulut (lapisan bagian dalam pipi)
  2. Irisan epidermis Alium cepa (bawang merah)
  3. Irisan gabus batang ubi kayu (Manihot utilisima)
  4. Metilen blue

 

  1. D.      Cara kerja :
  • Preparat sel epitel rongga mulut
  1. Mengambil sel epitel pada bagian dalam mulut dengan menggunakan cotton bud
  2. Memindahkan sel epitel yang menempel pada cotton bud
  3. Menambahkan setetes Metilen blue denggan menggunakan pipet tetes di atas sel epitel tersebut, didiamkan selama ± 2 menit
  4. Membilas dengan air untuk menghilangkan sisa metilen blue (Ingat, jangan menggunakan air yang terlalu deras agar sel epitel tidak ikut terbuang. Maka menggunakan pipet tetes saja)
  5.  Mengamati di bawah mikroskop dan menggambar hasil pengamatan tersebut.
  • Preparat irisan sel epidermis Alium cepa (bawang merah)
  1. Mengambil selapis tipis permukaan umbi Alium cepa yang berwarna merah
  2. Memindahkan lapisan tersebut ke kaca objek
  3. Menambahkan setetes air/akuades menggunakan pipet tetes di atas lapisan tersebut.
  4. Menutup obyek pengamatan dengan kaca penutup, berhati-hati agar tidak terbentuk gelembung udara
  5. Mengamati di bawah mikroskop dan menggambar hasil pengamatan tersebut.
  • Preparat irisan gabus batang kayu (Manihot utilisima)
  1. Menyayat selaput tipis gabus batang ubi kayu ( Manihot utilisima) dengan menggunakan pemotong silet.
  2. Memindahkan sayatan tersebut pada kaca obyek.
  3. Menambahkan setetes air/akuades di atas sayatan tersebut .
  4. Menutup obyek pengamatan dengan menggunakan kaca penutup, berhati-hati agar tidak terbentuk gelembung udara.
  5. Mengamati di bawah mikroskop dan menggambar hasil pengamatan tersebut.

 

  1. E.       Data dan Pembahasan
    1. 1.      Tabel Pengamatan
  • Gambar hasil pengamatan sel rongga mulut
Gambar hasil pengamatan Keterangan
Perbesaran : 100×100

Keterangan :

1.Inti sel

2.Sitoplasma

3.Membran plasma

 

 

 

 

 

 

 

  • Gambar hasil pengamatan Alium cepa (bawang merah)
Gambar hasil pengamatan Keterangan

3

2

1

Perbesaran : 100×100

Keterangan :

1.Dinding sel

2.Protoplasma

3.Inti sel

 

 

 

 

 

  • Gambar hasil pengamatan  gabus batang ubi kayu (Manihot utilisima)
Gambar hasil pengamatan Keterangan

2

1

Perbesaran : 100×100

Keterangan :

1.Dinding sel

2.Lumen

 

  1. 2.      Pembahasan

Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, ternyata ketiga sel tersebut memiliki kesamaan dan perbedaan yang dapat terlihat melalui mikroskop. Persamaan dapat terlihat dari sel gabus batang ubi kayu dengan sel umbi Alium cepa yang sama-sama memiliki dinding sel akan tetapi memiliki perbedaan yaitu, sel gabus batang ubi kayu tidak memiliki inti sel, sedangkan sel umbi Alium cepa memiliki inti sel. Sedangkan sel epitel mulut tidak memiliki dinding sel tetapi membran sel. Dan memiliki inti sel.

Dengan berlandaskan teori yang telah ada, dari hasil, pengertian sel yang dinyatakan oleh Robert Hooke ( 1665 ), yaitu ruangan-ruangan kosong, maka umbi bawang merah, gabus batang ubi kayu dan epitel mulut juga memiliki ruangan-ruangan kosong yang bisa disebut sel. Kemudian, bila ditinjau dari ciri-ciri apakah suatu sel itu bisa dikatakan sel hidup atau mati dapat dilihat dari ada atau tidaknya “isi” dari “kamar kosong” tersebut atau sel itu sendiri.

Inti sel merupkan pusat pengendali seluruh kegiatan metabolisme dan pengaturan informasi genetik, maka bila inti sel tidak ada, maka sebuah sel dikatakan sel mati. Disamping itu, sel hidup juga harus memiliki cairan sitoplasma yang dijelaskan oleh Mathias J. Schleiden dan Theodor Schawan (1838) yaitu sebagai tempat segala aktifitas mahkluk hidup.

Sel umbi Alium cepa memiliki sitoplasma, sel epitel memiliki sitoplasma, dan kedua sel tersebut memiliki inti sel ( nukleus ). Sedangkan sel gabus batang ubi kayu tidak terlihat adanya inti sel melainkan hanya sel kosong . Sehingga, sel umbi Alium cepa dan sel epitel mulut merupakan sel hidup karena memiliki inti sel dan sitoplasma, sedangkan sel gabus batang ubi kayu merupakan sel mati, karena hanya berbentuk “kamar kosong” tanpa ada inti sel maupun sitoplasma.

Jika ditinjau berdasarkan bagian-bagian organel sel yang ada, maka ketiga sel tersebut dapat diklasifikasi ke dalam sel hewan dan sel tumbuhan. Sel tumbuhan memiliki dinding sel sedangkan sel hewan memiliki membran sel. Ini disebabkan karena sel hewan memiliki sitoskeleton. Sel umbi bawang merah dan gabus batang ubi kayu memiliki dinding sel, sehingga sel umbi bawang merah dan gabus batang ubi kayu merupakan sel tumbuhan, sedangkan sel epitel mulut tidak memiliki dinding sel, sehingga sel epitel mulut merupakan sel hewan.

 

  1. F.        Diskusi

 

  1. Bagian sel apa sajakah yang tampak pada pengamatan sel epitel rongga mulut ?
  2. Bagian sel apa sajakah yang tampak pada pengamatan sel epidermis Alium cepa ?
  3. Bagaimana bentuk sel epidermis Alium cepa ? dan bagaimana pula bentuk sel epitel rongga mulut berdasarkan hasil pengamatan yang anda lakukan ?
  4. Pada pengamatan sel gabus, bagian apa sajakah yang tampak ? tampakkah inti selnya?
  5. Apa yang dapat anda simpulkan dari hasil praktikum pengamatan sel hewan dan sel tumbuhan?

 

 

Jawab :

  1. Bagian sel yang tampak pada pengamatan sel epitel rongga mulut adalah dinding sel, sitoplasma, dan membran plasma.
  2. Bagian sel yang tampak pada pengamatan sel epidermis Alium cepa adalah dinding sel, inti sel dan membran plasma.
  3. Menurut hasil pengamatan yang kami lakukan bentuk sel epidermis Alium cepa adalah seperti tumbukan batu bata, sedangkan menurut hasil pengamatan yang dilakukan bentuk sel epitel rongga mulut adalah berbentuk bulat yang letaknya tidak beraturan.
  4. Bagian sel gabus yang tampak adalah dinding sel, dan lumen. Dan inti sel gabus tidak nampak.

 

 

  1. G.      Daftar Pustaka

Pratiwi, D.A. dkk. 2005. Biologi SMA Jilid 2 untuk Kelas XI. Jakarta : Erlangga.

 

Website :

http://id.wikipedia.org/wiki/Bawang_merah

http://www.plnwilsu.com/index.php?topic=349.0

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090811021222AA6M1xt

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENGAMATAN TRANSPORT PASIF

  1. A.      Tujuan :
    1. Siswa dapat menjelaskan prinsip dasar mekanisme transport pada mahluk hidup melalui proses difusi dan osmosis
    2. Siswa dapat membedakan prinsip dasar difusi dan osmosis

 

  1. B.       Dasar Teori
    1. a.      Transpor pasif

Transpor pasif merupakan suatu perpindahan molekul menuruni gradien konsentrasinya. Transpor pasif bersifat spontan. Difusi, osmosis, dan difusi terfasilitasi merupakan contoh dari transpor pasif. Difusi terjadi akibat gerak termal yang meningkatkan entropi atau ketidakteraturan sehingga menyebabkan campuran yang lebih acak. Difusi adalah perpindahan zat dari konsentrasi tinggi (hipertonis) ke konsentrasi rendah (hipotonis) sehingga larutan menjadi sama (isotonis).  Osmosis merupakan difusi pelarut melintasi membran selektif yang arah perpindahannya ditentukan oleh beda konsentrasi zat terlarut total (dari hipotonis ke hipertonis). Difusi terfasilitasi adalah difusi yang memerlukan bantuan protein.

  1. b.      Difusi

Difusi adalah peristiwa mengalirnya/berpindahnya suatu zat dalam pelarut dari bagian berkonsentrasi tinggi ke bagian yang berkonsentrasi rendah. Perbedaan konsentrasi yang ada pada dua larutan disebut gradien konsentrasi. Difusi akan terus terjadi hingga seluruh partikel tersebar luas secara merata atau mencapai keadaan kesetimbangan dimana perpindahan molekul tetap terjadi walaupun tidak ada perbedaan konsentrasi. Contoh yang sederhana adalah pemberian gula pada cairan teh tawar. Lambat laun cairan menjadi manis. Contoh lain adalah uap air dari cerek yang berdifusi dalam udara. Difusi yang paling sering terjadi adalah difusi molekuler. Difusi ini terjadi jika terbentuk perpindahan dari sebuah lapisan (layer) molekul yang diam dari solid atau fluida.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi kecepatan difusi, yaitu:

  • Ukuran partikel. Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak, sehingga kecepatan difusi semakin tinggi.
  • Ketebalan membran. Semakin tebal membran, semakin lambat kecepatan difusi.
  • Luas suatu area. Semakin besar luas area, semakin cepat kecepatan difusinya.
  • Jarak. Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.
  • Suhu. Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Maka, semakin cepat pula kecepatan difusinya.
  1. c.       Osmosis

Osmosis adalah perpindahan air melalui membran permeabel selektif dari bagian yang lebih encer ke bagian yang lebih pekat. Membran semipermeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tapi tidak oleh zat terlarut, yang mengakibatkan gradien tekanan sepanjang membran. Osmosis merupakan suatu fenomena alami, tapi dapat dihambat secara buatan dengan meningkatkan tekanan pada bagian dengan konsentrasi pekat menjadi melebihi bagian dengan konsentrasi yang lebih encer. Gaya per unit luas yang dibutuhkan untuk mencegah mengalirnya pelarut melalui membran permeabel selektif dan masuk ke larutan dengan konsentrasi yang lebih pekat sebanding dengan tekanan turgor. Tekanan osmotik merupakan sifat koligatif, yang berarti bahwa sifat ini bergantung pada konsentrasi zat terlarut, dan bukan pada sifat zat terlarut itu sendiri.

  1. d.      Kentang

Kentang (Solanum tuberosum L.) adalah tanaman dari suku Solanaceae yang memiliki umbi batang yang dapat dimakan dan disebut “kentang” pula. Umbi kentang sekarang telah menjadi salah satu makanan pokok penting di Eropa walaupun pada awalnya didatangkan dari Amerika Selatan. Penjelajah Spanyol dan Portugis pertama kali membawa ke Eropa dan mengembangbiakkan tanaman ini pada abad XVI. Dengan cepat menu baru ini tersebar di seluruh bagian Eropa. Dalam sejarah migrasi orang Eropa ke Amerika, tanaman ini pernah menjadi pemicu utama perpindahan bangsa Irlandia ke Amerika pada abad ke-19, di kala terjadi wabah penyakit umbi di daratan Irlandia yang diakibatkan oleh jenis jamur yang disebut ergot.

  1. C.      Alat dan Bahan

Alat :                                                              Bahan :

  1. Timbangan                                          1.   Irisan kentang
  2. Gelas ukur                                           2.   Larutan gula 30%
  3. Cawan petri                                         3.   Larutan garam 30%
  4. Pelubang gabus                                   4.   Aquades / air
  5. Pisau
  6. Pinset
  7. Penggaris

 

  1. D.      Cara Kerja :
    1. Membuat irisan kentang berbentuk dadu dengan menggunakan pisau (ukuran 1 cm x1 cm x1 cm) sebanyak 4 buah.
    2. Menuangkan 30 ml air tawar ke dalam cawan I.
    3. Melarutkan 2 sendok gula dengan 100 ml air sebanyak 30 ml ke dalam cawan  II.
    4. Melarutkan 5 sendok gula dengan 100 ml air sebanyak 30 ml ke dalam cawan III.
    5. Melarutkan 5 sendok garam dengan 100 ml air sebanyak 30 ml ke dalam cawan IV.
    6. Memasukkan 1 potongan kentang ke dalam cawan I, demikian juga pada cawan II, III, dan  IV.
    7. Mendiamkan kira-kira 30 menit, kemudian diambil dengan pinset lalu ukur panjangnya.
    8. Mencatat perubahan  panjang kentang dalam tabel, dan membandingkan dengan kentang sebelum direndam tadi.
  2. E.       Data dan Pembahasan
    1. 1.         Tabel Pengamatan
  Dalam air tawar

(gram/cm)

Larutan gula 2 sendok 30 ml Larutan gula 5 sendok 30 ml Larutan garam 5 sendok 30 ml
Panjang awal 1,0 cm 1,0 cm 1,0 cm 1,0 cm
Panjang akhir 1,1 cm 0,9 cm 0,8 cm 0,9 cm
Perubahan panjang 0,1 cm -0,1 cm -0,2 cm -0,1 cm

 

  1. 2.         Pembahasan

Dari percobaan dan pengamatan yang telah dilakukan, hasil yang didapatkan yaitu kentang yang direndam di dalam air mengalami pertambahan panjang sekitar 0,1 cm, sedangkan kentang yang direndam pada larutan gula dan garam mengalami penyusutan. Pada larutan gula 2 sendok, kentang menglami penyusutan sebanyak 0,1 cm. Pada larutan gula 5 sendok, kentang mengalami penyusutan sebanyak 0,2 cm. Dan pada larutan garam 5 sendok, kentang mengalami penyusutan sebanyak 0,1 cm.

Kentang yang direndam pada air mengalami pertambahan panjang ini menunjukkan terjadinya tranpor pasif antara kentang dan air yaitu difusi. Difusi adalah perpindahan zat dari konsentrasi tinggi (hipertonis) ke konsentrasi rendah (hipotonis) sehingga larutan menjadi sama (isotonis). Substansi berdifusi dari daerah yang konsentrasinya lebih tinggi ke daerah yang konsentrasinya rendah. Perbedaan konsentrasi yang berbeda ini menyebabkan terjadinya difusi kemudian konsentrasi zat menjadi seimbang setelah mengalami perpindahan. Sedangkan kentang yang direndam pada larutan gula dan garam mengalami penyusutan, ini disebabkan karena terjadinya osmosis. Osmosis adalah perpindahan zat dari konsentrasi rendah (hipotonis) ke konsentrasi tinggi (hipertonis) yang bergerak melalui membran semipermeabel. Larutan gula dan garam memiliki tekanan osmotis. Tekanan osmotis ini dapat dikatakan tekanan yang diperlukan untuk mencegah pelarut (air) bergerak melalui membran semipermeabel.

 

  1. F.       Diskusi
  2. Apa yang terjadi pada irisan kentang pada tiap perlakuan ? Mengapa demikian ?
  3. Apakah ada perubahan volume larutan setiap perlakuan?
  4. Jika ada pertambahan pada larutan gula, mengapa hal demikian bisa terjadi ?
  5. Apa yang dapat disimpulkan dari percobaan di atas ?
  6. Jadi apa perbedaan antara difusi dan osmosis ?

Jawab :

  1. Yang terjadi pada irisan kentang pada tiap perlakuan adalah air tawar, kentang mengembang 0,1 cm / 1 mm. pada larutan gula 2 sendok, kentang mengerut 1mm menjadi 0,9 cm. pada larutan gula 5 sendok, kentang mengerut 2 mm menjadi 0,8 cm. sedangkan pada larutan garam 5 sendok, kentang mengerut 1 mm menjadi 0,9 cm itu dikarenakan terjadi transport pasif yaitu berupa difusi dan osmosis.
  2. Larutan tidak mengalami perubahan volume.
  3. Tidak ada pertambahan volume pada larutan gula.
  4. Irisan kentang yang didiamkan di dalam air mengalami pertambahan panjang, sedangkan irisan kentang yang didiamkan di dalam larutan gula dan garam mengalami penyusutan panjang. Ada pengurangan volume pada larutan tetapi sangat sedikit.
  5. Difusi adalah perpindahan zat (gas, padat, atau cair), dengan atau tanpa melewati membran, dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke daerah konsentrasinya rendah sehingga konsentrasi zat menjadi sama. Sedangkan, osmosis adalah adalah perpindahan zat (gas, padat, atau cair), dari daerah yang konsentrasinya rendah ke daerah konsentrasinya tinggi melalui membran semipermeable.

 

 

 

 

  1. G.      Daftar Pustaka

D.A. Pratiwi,dkk. 2007. Biologi untuk SMA Kelas XI. Jakarta. Penerbit Erlangga.

Website:

www.id.wikipedia.org

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. H.      Lampiran

Kentang dalam rendaman air biasa                 Kentang dalam larutan garam 5 sendok

 

Kentang dalam larutan gula 2 sendok                        Kentang dalam larutan gula 5 sendok

 

 

Kentang yang direndam pada air,

larutan gula dan larutan garam

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: