perkembangan islam pada masa modren

22 Mei

 

ASPEK TARIKH

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA MODERN

 

Oleh :

Revi Safitri Tiar Septi (12)

 

Kelas : XI IPA 1

 

 

SMA NEGERI 1 JETIS BANTUL

2011/2012

Perkembangan Islam pada Masa Modern

 

Periode modern dimulai pada tahun 1800 M hingga sekarang. Periode ini adalah zaman pengupayaan kebangkitan umat Islam dari kemunduran berpikir, berbudaya dan nilai-nilai. Atas dikuasainya Mesir oleh Prancis membuat umat Islam sadar bahwa selama ini mereka telah mengalami kelemahan dan kemunduran.

Peradaban Islam yang maju hanya sebagai sejarah masa lalu. Umat Islam terkejut bahwa dunia Barat memiliki peradaban modern yang lebih canggih. Karena hal ini maka umat Islam dalam kondisi terancam. Kesadaran ini pun memunculkan keprihatinanpara pemuka dan penguasa Islam. Mereka memikirkan bagaimana meningkatkan mutu dan kekuatan umat Islam kembali. Maka dari itu, timbullah ide-ide pembaruan dalam Islam. Pada tahun 1901 Inggris datang dan bertempur deengan Prancis. Prancis mengalami kekalahan. Tentara mereka meninggalkan Mesir pada tanggal 31 Agustus 1801.

Pembaruan dalam Islam yang timbul pada periode sejarah Islam mempunyai tujuan, yakni membawa umat Islam pada kemajuan, baik dalam ilmu pengetahuan maupun kebudayaan. Perkembangan Islam dalam sejarahnya mengalami kemajuan dan juga kemunduran. Bab ini akan menguraikan perkembangan Islam pada masa pembaruan. Pada masa itu, Islam mampu menjadi pemimpin peradaban. Mungkinkah Islam mampu kembali menjadi pemimpin peradaban?

Dalam bahasa Indonesia, untuk merujuk suatu kemajuan selalu dipakai kata modern, modernisasi, atau modernisme. Masyarakat barat menggunakan istilah modernisme tersebut untuk sesuatu yang mengandung arti pikiran, aliran atau paradigma baru. Istilah ini disesuaikan untuk suasana baru yang ditimbulkan oleh kemajuan, baik oleh ilmu pengetahuan maupun tekhnologi.

  1. A.    Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Masa Modern

Islam merupakan agama yang sangat mendukung kemajuan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, Islam menghendaki manusia menjalankan kehidupan yang didasarkanpada rasioanlitas atau akal dan iman. Ayat-ayat Al Qur’an banyak memberi tempat yang lebih tinggi kepada orang yang memiliki ilmu pengetahuan, Islam pun menganjurkan agar manusia jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang telah dimilikinya karena berapapun ilmu dan pengetahuan yang dimiliki itu, masih belum cukup untuk dapat menjawab pertanyaan atau masalah yang ada di dunia ini.

Ajaran Islam tersebut mendapat respon yang positif dari para pemikir Islam sejak zaman klasik (650-1250 M), zaman pertengahan (1250-1800 M) hingga periode modern (1800 m dan seterusnya). Masa pembaruan merupakan zaman kebangkitan umat Islam. Jatuhnya mesir ke tangan barat menynadarkan umat Islam bahwa di barat telah timbul peradaban baru yang lebih tinggi dan merupakan ancaman bagi Islam. Raja-raja dan pemuka-pemuka Islam mulai memikirkan cara untul meningkatkan mutu dan kekuatan umat Islam. Pemikiran dan usaha pembaruan antara lain sebagai berikut.

Pembaruan pada periode modern (1800 M – dan seterusnya)

Kaum muslim memiliki banyak sekali tokoh – tokoh pembaruan yang pokok – pokok pemikirannya maupun jasa-jasanya di berbagai bidang telah memberikan sumbangsih bagi uamt Islam di dunia. Beberapa tokoh yang terkenal dalam dunia ilmu pengetahuan atau pemikiran Islam tersebut antara lain sebagai berikut.

1)      Jamaludin Al Afgani (Iran 1838 – Turki 1897)

Salah satu sumbangan terpenting di dunia Islam diberikan oleh sayid Jamaludin Al Afgani. Gagasannya mengilhami kaum muslim di Turki, Iran, mesir dan India. Meskipun sangant anti imperialisme Eropa, ia mengagungkan pencapaian ilmu pengetahuan barat. Ia tidak melihat adanya kontradiksiantara Islam dan ilmu pengetahuan. Namun, gagasannya untuk mendirikan sebuah universitas yang khusus mengajarkan ilmu pengetahuan modern di Turki menghadapi tantangan kuat dari para ulama. Pada akhirnya ia diusir dari negara tersebut.

2)      Muhammad Abduh (mesir 1849-1905) dan Muhammad Rasyd Rida (Suriah 1865-1935)

Guru dan murid tersebut sempat mengunjungi beberapa negara Eropa dan amat terkesan dengan pengalaman mereka disana. Rasyd Rida mendapat pendidikan Islam tradisional dan menguasai bahasa asing (Perancis dan Turki) yang menjadi jalan masuknya untuk mempelajari ilmu pengetahuan secara umum. Oelh karena itu, tidak sulit bagi Rida untuk bergabung dengan gerakan pembaruan Al Afgani dan Muhammad Abduh di antaranya melalui penerbitan jurnal Al Urwah Al Wustha yang diterbitkan di paris dan disebarkan di Mesir. Muhammad Abduh sebagaimana Muhammad Abdul Wahab dan Jamaludin Al Afgani, berpendapat bahwa masuknya bermacam bid’ah ke dalam ajaran Islam membuat umat Islam lupa akan ajaran-ajaran Islam yang sebenarnya. Bid’ah itulah yang menjauhkan masyarakat Islam dari jalan yang sebenarnya.

3)      Toha Husein (Mesir Selatan 1889-1973)

Toha husein adalah seorang sejarawan dan filsuf yang amat mendukung gagasan Muhammad Ali Pasya. Ia merupakan pendukung modernisme yang gigih. Pengadopsian terhadap ilmu pengetahuan modern tidak hanya penting dari sudut nilai praktis (kegunan)nya saja, tetapi juga sebagai perwujudan suatu kebudayaan yang amat tinggi. Pandangannya dianggap sekularis karena mengunggulkan ilmu pengetahuan.

4)      Sayid Qutub (Mesir 1906-1966) dan Yusuf Al Qardawi.

Al qardawi menekankan perbedaan modernisasi dan pembaratan. Jika modernisasi yang dimaksud bukan berarti upaya pembaratan dan memiliki batasan pada pemanfaatan ilmu pengetahuan modern serta penerapan tekhnologinya, Islam tidak menolaknya bahkan mendukungnya. Pandangan al qardawi ini cukup mewakili pandangan mayoritas kaum muslimin. Secara umum, dunia Islam relatif terbuka untuk menerima ilmu pengetahuan dan tekhnologi sejauh memperhitungkan manfaat praktisnya. Pandangan ini kelak terbukti dan tetap bertahan hingga kini di kalangan muslim. Akan tetapi, dikalangan pemikir yang mempelajari sejarah dan filsafat ilmu pengetahuan, gagasan seperti ini tidak cukup memuaskan mereka.

5)      Sir Sayid Ahmad Khan (india 1817-1898)

Sir Sayid Ahmad Khan adalah pemikir yang menyerukan saintifikasi masyarakat muslim. Seperti halnya Al Afgani, ia menyerukan kaum muslim untuk meraih ilmu pengetahuan modern. Akan tetapi, berbeda dengan Al Afgani ia melihat adanya kekuatan yang membebaskan dalam ilmu pengetahuan dan tekhnologi modern. Kekuatan pembebas itu antara lain meliputi penjelasan mengenai suatu peristiwa dengan sebab-sebabnya yang bersifat fisik materiil. Di barat, nilai-nilai ini telah membebaskan orang dari tahayuldan cengkeraman kekuasaan gereja. Kini, dengan semangat yang sama, Ahmad Khan merasa wajib membebaskan kaum muslim dengan melenyapkan unsur yang tidak ilmiah dari pemahaman terhadap Al Qur’an. Ia amat serius dengan upayanya ini antara lain dengan menciptakan sendiri metode baru penafsiran Al Qur’an. Hasilnya adalah teologi yang memiliki karakter atau sifat ilmiah dalam tafsir Al Qur’an

6)      Sir Muhammad Iqbal (Punjab 1873-1938)

Generasi awal abad ke-20 adalahSir Muhammad Iqbal yang merupakan salah seorang muslim pertama di anak benua India yang sempat mendalami pemikiran barat modern dan mempunyai latar belakang pendidikan yang bercorak tradisional Islam. Kedua hal ini muncul dari karya utamanya di tahun 1930 yang berjudul The Reconstruction of Religious Thought in Islam (Pembangunan Kembali Pemikiran Keagamaan dalam Islam). Melalui penggunaan istilah recontruction, ia mengungkapkan kembali pemikiran keagamaan Islam dalam bahasa modern untuk dikonsumsi generasi baru muslim yang telah berkenalan dengan perkembangan mutakhir ilmu pengetahuan dan filsafat barat abad ke-20.

7)      Muhammad Ali Pasha

Ia lahir di Kawalla Yunani pada tahun 1765 M dibesarkan d Turki. Muhammad Ali Pasha berhasil mengusir bangsa Prancis tahun 1801 M. Pada tahun 1805 dia di akui oleh pemerintahan Turki Usmani untuk menjadi pemimpin. Di antara ide-ide pembaruannya :

a)      Mendirikan lembaga pendidikan
• Sekolah Militer (1815 M).
• Sekolah Teknik (1816 M).
• Sekolah Kedokteran (1827 M).
• Sekolah Apoteker (1829 M).
• Sekolah Pertambangan (1834 M).
• Sekolah Pertanian (1836 M).
• Sekolah Penerjemahan (1836 M).

b)      Mendatangkan guru – guru dari Eropa dan mengirim siswa – siswa untuk belajar di Eropa ± 311 orang pelajar Mesir dikirim ke Italia.

8)      Al Tahtawi

 

Nama lengkapnya adalah Fira’ah Badawi Al-tahtahwi ia lahir pada tahun 1981 di tahta . Ia adalah seorang pembaru yang berpengaruh al-tahtahwi mengikuti jejak Muhammad Ali Pasha dalam mengenalkan sesuatu ang dianggap tabu bagi masyarakat muslim .Ketika berumur 16 tahun ia pergi ke Kairo untuk belajar di Al-Azharia menyelesaikan studynya pada tahun 1822 M.
Pada tahun 1824 mahesi dia diangkat sebagai imam tentara dua tahun kemudian ia di angkat sebagai imam mahasiswa yang dikirim ke Paris . Di paris ia tinggal selama 5 tahun . Di Paris ia segera menguasai bahasa setempat dan menerjemahkan 12 buah buku dan risalah ke dalam bahasa perancis ,buku – buku itu : Alexander Macedonia , buku pertambangan , teknik , HAM , kesehatan , dan sebagainya .

Pada tahun 1870 M Tahtahwi mendirikan majalah Raudlatul Madaris yang bertujuan untuk mengenalkan dan menyebarkan ilmu – ilmu pengetahuan modern . Majalah ini memuat beberapa artikel tentang sastra Arab, Ilmu falak ,ilmu bumi , Akhlak , tumbuh – tumbuhan , ilmu pasti , dan lain – lain . Ia pun menulis buku Takhlis al Ibriz Bariz .

Dalam bukunya ini ia menulis bagaimana system pemerintahan Perancis dan revolusinya pada tahun 1789 .Konsep – konsep yang ada di alam pikirannya adalah konsep yang sangat baru dalam dunia Islam .Ia mengenalkan arti nasionalisme .Kesejahteraan dunia dalam pandangannya adalah sesuai dengan keseejarteraan yang ada di Eropa .Ia wafat pada tahun 1873 M di Kairo .

9)      Sa’ad Zaghlul

 

Sa’ad Zaghlul adalah seorang murid Muhammad Abduh. Zaghlul dianggap sebagai pemimpin nasional .Ia berhasil memperjuangkan kemerdekaan Mesir .Zaghlul memperjuangkan tanah air karena sikap nasionalismenya. Zaghul menyatakan bahwa nasionalisme akan bangkit dengan melalui pendidikan yang baik.

Untuk itu , pembaruan dalam sistem pendidikan harus dicanangkan . Pendidikan harus terbuka untuk siapapun . Ketika ia memimpin Mesir ia memperbanyak sekolah . Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di setiap sekolah . ia mendirikan perguruan Tinggi Hakim Agama .

Pemerintahannya ingin mewujudkan kesejahteraan bagi setiap golongan dan ingin menciptakan keharmonisasi umat Islam , Yahudi dan Kristen . Dalam pandangannya nasionalisme harus menghilangkan perbedaan agama.

 

11) Ali Abd Raziq

 

Ia seorang intelek yang memiliki pengalaman belajar di luar negeri . Setelah lulus dari Al Azhar ia meneruskan studinya di Universitas Oxford . Ali menyatakan bahwa sistem pemerintahan dalam Islam tidak pernah disinggung oleh al Quran dan Hadits .

Dalam bukunya yang berjudul al Islam wa Usul al Hakim , ia menegaskan bahwa Islam tidak pernah menentukan bentuk negara . Rosulullah hanya memiliki tugas kerosulan dan misi beliau bukan membentuk negara .

Sistem negara tidak terkait dengan agama , tetapi terkait dengan masalah duniawi . Oleh karenanya hal ini hanya diserahkan kepada akal manusia namun pendapatnya itu mendapatkan keritik pedas dari sebagian besar kaum muslimin . Salah satu diantaranya adalah Rasyid Rida .

12) Ahmad Luthfi as Sayyid

Ia berasal dari daerah pedesaan di Mesir. Ia mendapatkan pendidikan di Perguruan Tinggi Hukum pada tahun 1889 M . Ia termasuk salah seorang murid Muhammad Abduh . Bacaan faforitnya adalah filsafat Barat .

Karena bacaan ini , ia memiliki paradigma berpikir bahwa kebebasan berpikir adalah kebebasan hidup , sedangkan kebebasan hidup tidak terwujud pada bangsa yang terjajah . Menurutnya negara idaman adalah negara Liberal dan kemerdekaan individu memiliki hubungan yang erat dengan kebebasan negara karena di dalam negara yang dijajah tidak ada kemerdekan .

13) Sultan Mahmud II (al Fatih)

 

Ia lahir pada tahun 1785 M. Ia di angkat menjadi Sultan pada tahun 1807 M. Pada awal pemerintahannya Turki berperang melawan Rusia. Peperangan tersebut baru selesai pada tahun 1912 M. Ia tidak menyukai dengasn tradisi.

Dalam bidang hukum, ia menghapus hukuman mati. Ia juga menghilangkan peraturan yang menyita harta orang yang di buang atau di usir karena melakukan perbuatan asusila. Ia menetapkan sistem pemerintahan Turki Usmani terbagi dalam dua bagian. Sebagai penguasa duniawi ia memakai gelar sultan, sedangkan sebagai penguasa rohani ia memakai gelar khalifah.

Dalam bidang pendidikan ia menetapkan untuk memasukkan pendidikan-pendidikan modern. Ia juga mendirikan sekolah militer, teknik, kedokteran, dan pembedahan. Bahasa yang di pakai dalam kedokteran adalah bahasa Perancis. Ia pun mengirimkan siswa-siswa Turki ke berbagai negaa Eropa untuk menuntut ilmu.

14) Syah Abdul Aziz

Syah Abdul Aziz adalah seorang ulama terkemuka di India . Ia lahir pada tahun 1746 M dan wafat pada taun 1823 M . Syah Abdul Aziz adalah seorang ulama yang sangat memikirkan kemunduran umat islam di india.

15) Sayyid Ahmad Syahid

Sayyid Ahmad Syahid lahir di Rae Bareli pada tahun 1786 M . ia adalah murid dari Syah Abdul Aziz Khan . Ia gemar mengadakan dakwah . Menurutnya , umat Islam India mundur karena ajaran yang diamalkan mereka tidak murni .

Dengan semangat Islamnya Sayyid Ahmad Syahid bersama pengikutnya membuat gerakan untuk memberantas para pelaku bidah . Beberapa wilayah yang sempat melepaskan diri dari Mogul harus direbut kembali oleh umat Islam . Ia dan para pengikutnya melakukan perang terhadap wilayah – wilayah yang memisahkan diri dan golongan Sikh di Punjab .

Gerakan yang dilakukan Sayyid Amad Syahid dinamakan dengan gerakan Mujahidin . Namun gerakan ini segera dihancurkan bersamaan dengan dihancurkannya Kerajaan Mogul oleh Inggris .

16) Sayyid Amir Ali

Sayyid Amir Ali adalah seorang yang berasal dari Khurasan , Persia . Ia lahir pada tahun 1849 M . Dahulu orang tuanya pindah dari Persia ke India untuk bekerja pada Sultan Mogul . Sayyid Amir Ali adalah seorang wakil raja Inggris dari .

Ia adalah satu – satunya wakil raja Inggris yang beragama Islam .
Ia berpendapat bahwa Islam yang diajarkan Nabi Muhammad saw tidak memberikan perintah untuk menghamba kemajuan pemikiran manusia . Oleh karena itu jika sesuatu itu baik , walaupun berasal dari Barat , maka Islam harus mengambilnya .

17) Muhammad Ali Jinnah

Muhammad Ali Jinnah lahir di Karachi pada tahun 1876 M . Ia adalah Presiden Liga Muslim pada tahun 1913 . kala itu ia berkeyakinan bahwa umat Islam India dapat dijamin melalui ketentuan undang – undang dalam undang – undang dasar .

Pada tahun 1949 Inggris menyerahkan kedaulatan pada dua kongre . Satu untuk India da satu untuk Pakistan . Pada tanggal 14 Agustus 1947 Dewan Konstitusi Pakistan dibuka secara resmi dan pada tangal 15 Agustus 1947 Paskistan lahir sebaga negara bagi umat Islam India.

  1. B.     Perkembangan Kebudayaan pada masa Pemabaharuan

Bangsa Turki tercatat dalam sejarah Islam dengan keberhasilannya mendirikan dua dinasti yaitu Dinasti Turki Saljuk dan Dinasti Turki Usmani. Di dunia Islam, ilmu pengetahuan modern mulai menjadi tantangan nyata sejak akhir abad ke-18, terutama sejak Napoleon Bonaparte menduduki Mesir pada tahun 1798 dan semakin meningkat setelah sebagian besar dunia Islam menjadi wilayah jajahan atau dibawah pengaruh Eropa.akhirnya serangkaian kekalahan berjalan hingga memuncak dengan jatuhnya dinasti Usmani di Turki. Proses ini terutama disebabkan oleh kemjuan tekhnologi barat. Setelah pendudukan Napoleon, Muhammad Ali memainkan peranan penting dalam kampanye militer melawan Perancis. Ia diangkat oleh pengusaha Usmani menjadi Pasya pada tahun 1805 dan memerintah Mesir hingga tahun 1894

Buku-buku ilmu pengetahuan dalam bahasa Arab diterbitkan. Akan tetapi, saat itu terdapat kontroversial percetakan pertama yang didirikan di Mesir ditentang oleh para ulama karena salah satu alatnya menggunakan kulit babi. Muhammad Ali Pasya mendirikan beberapa sekolah tekhnik dengan guru-gurunya dari luar negaranya. Ia mengirim lebih dari 4000 pelajar ke Eropa untuk mempelajari berbagai ilmu pengetahuan dan tekhnologi.

Kebudayaan turki merupakan perpaduan antara kebudayaan Persia, Bizantium dan Arab. Dari kebudayaan Persia, mereka banyak menerima ajaran-ajaran tentang etika dan tatakrama kehidupan kerajaan atau organisasi pemerintahan. Prinsip kemiliteran mereka dapatkan dari Bizantium, sedangkan dari Arab, mereka mendapat ajaran tentang prinsip ekonomi, kemasyarakatan, dan ilmu pengetahuan.

Orang-orang Turki Usmani dikenal sebagai bangsa yang senang dan mudah berasimilasi dengan bangsa lain dan bersikap terbuka terhadap kebudayaaan luar. Para ilmuwan ketika itu tidak menonjol. Namun demikian, mereka banyak berkiprah dalam pengembangan seni arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan masjid yang indah seperti masjid Sultan Muhammad Al Fatih, masjid Sulaiman, dan masjid Abu Ayub Al Ansari. Masjid-masjid tersebut dihiasi pula dengan kaligrafi yang indah. Salah satu masjid yang terkenal dengan keindahan kaligrafinya adalah masjid yang awalnya berasalh dari gereja Aya Sophia.

Islam dan kebudayaannya tidak hanya merupakan warisan dari masa silam yang gemilang, namun juga salah satu kekuatan penting yang cukup diperhitungkan dunia dewasa ini. Al Qur’an terus menerus dibaca dan dikaji oleh kaum muslim. Budaya Islam pun tetap merupakan faktor pendorong dalam membentuk kehidupan manusia di permukaan bumi.

Toleransi beragama merupakan salah satu kebudayaan Islam dan tidak ada satupun ajaran Islam yang bersifat rasialisme. Dalam hal ini, agama yang ditegakkan oleh Nabi Muhammad mengandung amanat yang mendorong kemajuan bagi seluruh umat manusia, khusunya umat Islam di dunia.

  1. C.    Manfaat Sejarah Islam pada Masa Modern

1.Sejarah dikemukakan dalam Al Qur’an sebagai kisah atau peristiwa yang dialami umat manusia di masa lalu. Orang yang tidak mau mengambil hikmah dari sejarah mendapat kecaman karena mereka tidak mendapat pelajaran apapun dari kisah dalam Al Qur’an. Melalui sejarah, kita dapat mencari upaya antisipasi agar kekeliruan yang mengakibatkan kegagalan di masa lalu tidak terulang di masa yang akan datang.

2.Pelajaran yang dapat diambil dari sejarah dapat menjadi pilihan ketika mengambil sikap. Bagi orang yang mengambil jalan sesuai dengan ajaran dan petunjuk Nya, orang tersebut akan mendapat keselamatan

3.pembaruan akan memberi manfaat berupa inspirasi unutk mengadakan perubahan-perubahan sehingga suatu pekerjaan akan menajdi lebih efektif dan efisien

4.dalam sejarah, dikemukakan pula masalah sosial dan politik yang terdapat di kalangan bangsa-bangsa terdahulu. Semua itu agar menjadi perhatian dan menjadi pelajaran ketika menghadapi permasalahan yang mungkin akan terjadi

5.pembaruan mempunyai pengaruh besar pada setiap pemerintahan. Sebagai contoh, pada zaman Sultan Mahmud II sadar bahwa pendidikan madrasah tradisional tidak sesuai lagi dengan tuntutan zaman abad ke-19. oleh karena itu, dibuatlah pembaruan-pembaruan di bidang pendidikan yang memasukkan unsur ilmu pengetahuan umum ke dalam sistem pendidikan negara tersebut.

6.corak atau bentuk negara dianggap kalangan tertentu bukan persoalan agama, tetapi persoalan duniawi sehingga hal tersebut diserhakan kepada manusia untuk menentukannya. Hal seperti ini dilakukan oleh Mustafa Kemal Pasya dalam menghapus sistem kekhilafan dari kerajaan Usmani.

  1. D.    Perilaku Cerminan terhadap Sejarah Islam pada Masa Modern

Ada beberapa perlaku yang dapat dijadikan cerminan terhadap penghayatan akan sejarah perkembangan Islam pada masa pembaruan ini. Hal-hal tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Menyikapi kejadian masa lalu dengan sikap sabar dan menanamkan jihad yang sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan hadis
  2. Sejarah dapat dijadikan sumber inspirasi untuk membuat langkah-langakah inovatif agar kehidupan menusia dapat damai dan sejahtera baik di dunia maupun di akhirat.
  3. Memotivasi diri terhadap masa depan agar memperoleh kemajuan serta mengupayakan agar sejarah yang mengandung nilai negatif atau kurang baik tidak akan terualng kembali.
  4. Membangun masa depan berdasarkan pijakan-pijakan yang telah ada di masa lalu sehingga dapat membangun negara senantiasa menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun gafur atau negara yang baik dan mendapat ampunan dari Allah SWT
  5. Ilmu pengetahuan dan tekhnologi di masa pembaruan cukup canggih dan menakjubkan sehingga melalui proses belajar akan dapat diperoleh kemajuan yang lebih baik bagi gemerasi-generasi muslim di masa depan.

  E. Meneladani tokoh – tokoh yang Berprestasi dalam Perkembangan Islam Masa Modern.

            Para tokoh – tokoh seperti Jamaluddin al Afgani , Muhammad Abduh , Mustafa Kemal , Iqbal dan yang lainnya , berusaha menyadarkan umat Islam akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi . Mereka mengantar umat Islam untuk menyadari bahwa bangsa – bangsa barat telah maju meninggalkan umat Islam.

Mereka tidak henti – hentinya mengobarkan semangat umat Islam untuk kembali pada ajaran Islam sesuai dengan nilai dan semangatnya . Ilmu pengetahuan dan teknologi dalam Islam harus diisi dengan akhlak yang baik .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: